Sudah Divonis Operasi Jantung Tapi Belum 100% Yakin?
Ribuan pasien Indonesia datang ke Institut Jantung Negara (IJN) Malaysia untuk second opinion sebelum memutuskan. Banyak yang akhirnya menemukan opsi lebih baik, dan hemat hingga ratusan juta rupiah.
- Tanpa biaya konsultasi
- Respon cepat jam kerja
- Dukungan Bahasa Indonesia
Form Konsultasi Gratis
Institut Jantung Negara (IJN)
Pusat Jantung Nasional Malaysia sejak 1992, rumah sakit yang telah menjadi rujukan ribuan pasien dari seluruh Asia, termasuk Indonesia.
Dokter Spesialis yang Akan Menangani Anda
Bukan sekadar rumah sakit, Anda akan ditangani langsung oleh spesialis jantung dengan ribuan jam pengalaman di meja operasi.

Swee En


Kirim laporan medis Anda, kami bantu arahkan ke spesialis yang tepat, gratis.
Berapa Biaya Sebenarnya di IJN?
Biaya berikut adalah estimasi rata-rata 2026, sudah termasuk biaya rumah sakit, dokter, ICU, obat, dan masa recovery.
| PROSEDUR | ESTIMASI DI IJN | ESTIMASI DI INDONESIA | POTENSI PENGHEMATAN |
|---|---|---|---|
| Pasang Ring Jantung / Stent | Rp 90 juta | Rp 180–250 juta | Hemat hingga 55% |
| Operasi Bypass Jantung / CABG | Rp 270 juta | Rp 450–600 juta | Hemat hingga 45% |
| Operasi Perbaikan Katup Jantung | Rp 200 juta | Rp 400–550 juta | Hemat hingga 55% |
| Medical Check-Up Jantung | Rp 3 juta | Rp 15–18 juta | Hemat hingga 80% |
Bisa menggunakan asuransi internasional seperti Allianz, AXA, dan lainnya, tergantung polis Anda.
Pasien Indonesia yang Datang
dengan Kondisi Serupa
Mereka juga ragu di awal. Ini yang terjadi setelah mereka memutuskan untuk datang.
Prosesnya Lebih Mudah
dari yang Anda Bayangkan
Kami bantu dari awal hingga Anda kembali ke Indonesia dengan aman dan terarah.
Apa Kata Pasien Indonesia
yang Sudah Berobat Melalui E-HO
Lebih dari 15 tahun membantu pasien Indonesia. Ini cerita nyata dari mereka yang sudah memutuskan untuk datang.
Jantung saya penyumbatan 3 pembuluh, dokter di RS Medistra bilang harus bypass. Saya takut sekali waktu itu. Teman kantor kasih tau E-HO, coba kirim hasil angiogram ke sana. Ternyata dokter IJN bilang masih bisa pasang ring biasa, gak perlu buka dada. Alhamdulillah.. sekarang sudah 4 bulan, aktivitas normal lagi.
Suami saya kena serangan jantung ringan bulan Maret. EKG dan echo hasilnya gak bagus, dokter Surabaya suruh langsung masuk ICU. Saya panik. Adik ipar yang urus hubungi E-HO malem itu juga, pagi sudah ada respon. Seminggu kemudian suami sudah di IJN KL, pasang ring, dan pulang dalam kondisi baik. Biayanya juga jauh di bawah perkiraan kami.
Katup aorta saya sudah berat sekali, sesak kalau jalan 10 meter pun. Umur 74, dokter di Medan bilang operasi terbuka risikonya tinggi banget. Anak saya cari info, ketemu E-HO. Ternyata di CVSKL ada prosedur TAVI, masuknya lewat selangkangan, tidak buka dada. Saya sendiri tidak percaya bisa semudah itu. Dua minggu di KL, langsung pulang ke Medan. Sekarang nafas sudah jauh lebih lega.
Suami bocor katup mitral sudah lama, tapi baru parah akhir tahun lalu. Napas pendek, kaki bengkak, tidur harus setengah duduk. Antri di RS Hasan Sadikin 3 bulan lebih. Coba hubungi E-HO, langsung direspon. Di NHH Penang ternyata masih bisa diperbaiki, tidak perlu ganti katup baru. Operasinya berjalan baik, sekarang suami sudah bisa jalan kaki ke mushola setiap subuh.
Satu arteri jantung saya buntu total, 100%. Dokter di Makassar dan dua RS di Surabaya semua bilang harus bypass. Saya sudah pasrah mau operasi besar. Tapi istri ngotot cari second opinion dulu lewat E-HO. Ternyata di CVSKL ada spesialis khusus CTO namanya Dr. Jaya. Beliau bisa buka sumbatan itu lewat kateter tanpa bedah. Pulang naik pesawat sendiri. Sampai sekarang masih gak habis pikir.
Hasil echo saya EF 38%, dokter di sini langsung rekomendasikan pasang ring. Tapi saya mau cari pendapat kedua dulu. Kirim semua hasil lab dan echo ke E-HO. Dokter IJN review, kata beliau kondisi saya masih bisa dikontrol dengan obat dan perubahan gaya hidup, belum perlu tindakan. Lega sekali. Sudah 8 bulan rutin minum obat, EF naik ke 44%.
Empat pembuluh jantung saya tersumbat, dokter bilang harus CABG. Saya sempat cari di RS swasta Semarang, estimasinya hampir Rp 500 juta. Lewat E-HO ke NHH Penang, biaya sudah fix Rp 320 juta sebelum berangkat. Tidak ada biaya tambahan yang tiba-tiba muncul. Operasi lancar, 10 hari di sana. Sekarang sudah bisa naik gunung lagi pelan-pelan, dokter bilang jantung saya sudah jauh lebih baik.
Jujur saya awalnya tidak mau ke luar negeri, pikir ribet dan mahal. Tapi nyeri dada saya makin sering, sudah dua kali dibawa ke IGD. Dokter anjurkan kateterisasi tapi antrinya lama. Akhirnya mau coba hubungi E-HO. Ternyata prosesnya gampang sekali, tinggal kirim foto hasil EKG dan rekam medis lewat WA. Seminggu kemudian sudah di IJN, pasang satu ring. Pulangnya saya nangis di pesawat, lega banget.
Ayah saya kena aritmia parah, jantung bisa berdebar tidak teratur sampai pingsan 2x. Di Batam penanganannya terbatas. E-HO bantu kirim rekam medis ke IJN. Dokter di sana bilang perlu tindakan ablasi. Dari Batam ke KLIA cuma 45 menit naik ferry + pesawat. Prosedurnya 3 jam, rawat inap 2 hari. Sudah 5 bulan ayah tidak ada keluhan lagi. Terima kasih banyak.
Bapak saya kondisinya berat, EF cuma 22, ada kencing manis dan fungsi ginjal juga sudah turun. Dua RS besar di Jakarta menolak tindakan karena kata mereka risikonya terlalu tinggi. Kami hampir menyerah. Kakak yang tinggal di Malaysia kasih tau soal CVSKL, ada program khusus untuk pasien high risk namanya CHIP. Tim dokternya review dulu, baru kasih keputusan. Alhamdulillah bisa ditangani. Tiga bulan kemudian EF naik ke 38. Bapak sudah bisa shalat berdiri lagi.
Saya punya sumbatan total di satu arteri, dokter bilang ini namanya CTO. Sudah konsultasi ke beberapa dokter, rata-rata sarankan bypass. Dapat info dari grup Facebook soal E-HO, coba chat. Ternyata di NHH Penang ada yang spesialis CTO. Yang bikin nyaman, RS-nya kecil tapi khusus jantung semua. Tidak campur sama pasien lain. Prosedurnya berhasil, sumbatan terbuka. Biaya juga lebih hemat hampir setengahnya dari estimasi di Surabaya.
Ibu umur 78, katup aorta penyempitannya sudah grade berat. Napas pendek bahkan waktu tiduran. Dokter di Bekasi bilang operasi terbuka terlalu berisiko untuk usia segini. Saya cari-cari info, nemu E-HO. Mereka jelaskan ada prosedur TAVI di CVSKL yang tidak perlu buka dada, masuknya lewat pembuluh darah di selangkangan. Ibu sempat takut tapi mau dicoba. Puji Tuhan operasinya berjalan baik. Sebulan kemudian ibu sudah bisa jalan pagi keliling komplek.
Suami kena serangan jantung mendadak waktu lagi di kantor. Dibawa ke RS terdekat di Depok, diinfus, dikasih obat pengencer, tapi dokternya bilang perlu kateterisasi segera dan antriannya 2 minggu. Saya telepon E-HO malam itu. Besok sorenya sudah ada jadwal di IJN. Terbang ke KL subuh, siang sudah masuk ruang kateterisasi. Ternyata ada dua titik penyumbatan, keduanya dipasang ring. Alhamdulillah suami selamat.
Saya 52 tahun, rutin olahraga, tidak merokok. Tapi tiba-tiba dada terasa berat waktu jogging. CT coronary hasilnya ada kalsifikasi di tiga pembuluh. Dokter di Jakarta bilang skornya tinggi, perlu angiogram segera. Saya minta second opinion dulu ke IJN lewat E-HO. Dokter di sana setuju perlu tindakan, tapi jelaskan opsi lebih detail. Akhirnya pasang dua ring, satu pembuluh cukup dengan obat. Penjelasan dokternya jelas sekali, saya jadi paham kondisi saya sendiri.
Pilih Penang karena punya saudara di sana, jadi ada yang bisa temenin. Dokter di NHH orangnya sabar sekali, nerangin kondisi jantung saya pakai gambar supaya mudah dimengerti. Arteri kanan saya penyumbatnnya 80%, katanya masih bisa pasang ring, tidak perlu bypass. Rawat inap cuma 3 hari, sisanya recovery di rumah saudara. Total biaya jauh lebih murah dari perkiraan. Terima kasih E-HO yang urus semua sebelum saya berangkat.
Bapak mertua saya kena jantung koroner, sudah lama sesak kalau naik tangga. Echo bilang fungsi pompa jantungnya tinggal 35%. Dokter di Makassar sarankan bypass tapi kami ragu. Chat E-HO, kirim semua hasil pemeriksaan. Dokter IJN review dan bilang masih bisa dengan intervensi kateter, tidak perlu buka dada. Sekarang setelah 3 bulan, bapak mertua sudah bisa jalan kaki ke masjid tiap hari. Kami sekeluarga sangat bersyukur.
Irama jantung saya tidak teratur sejak 2 tahun lalu, sudah coba ablasi di Jakarta tapi gagal, kambuh lagi 4 bulan kemudian. Dokter di sini bilang perlu coba ablasi lagi tapi pakai teknologi berbeda. Teman rekomendasikan CVSKL, katanya ada teknologi Pulsed Field Ablation yang lebih baru. Kirim rekam medis lewat E-HO, seminggu kemudian sudah ada jadwal. Sampai sekarang sudah 6 bulan, irama jantung stabil. Pertama kali dalam 2 tahun saya bisa tidur nyenyak.
Kolesterol saya sudah lama tinggi, tapi saya kira tidak apa-apa karena tidak ada gejala. Ternyata salah. Waktu medical check up ketahuan ada penyempitan di dua arteri. Dokter perusahaan langsung rujuk ke kardiolog, langsung disarankan tindakan. Saya minta waktu, coba kirim hasil ke E-HO dulu. Dokter IJN bilang memang perlu pasang ring tapi tidak mendesak, bisa dijadwalkan. Prosesnya tenang, tidak terburu-buru. Saya bisa persiapkan diri dan keluarga dengan baik.
Papa saya bypass di NHH Penang bulan Maret. Awalnya kami semua takut banget, baru pertama kali ke Malaysia untuk tujuan berobat. Tapi E-HO urus semuanya mulai dari jadwal dokter, hotel dekat RS, sampai jemput di bandara. RS-nya bersih dan tenang, tidak ramai. Dokternya sabar, mau jawab semua pertanyaan kami. Papa rawat inap 9 hari, kondisi stabil, dan bisa terbang pulang ke Medan dengan selamat. Puji Tuhan.
Umur saya 48. Sebulan lalu tiba-tiba pingsan di kantor waktu rapat. Dibawa ke RS, EKG tidak normal, langsung masuk ICU. Setelah stabil dokter bilang ada gangguan di pembuluh jantung, perlu angiogram. Tapi jadwal penuh 3 minggu. Istri yang chat E-HO waktu saya masih di ICU. Dua hari kemudian kami sudah di KL. Angiogram di IJN, ketemu dua titik penyumbatan, langsung dipasang ring. Prosesnya cepat dan tidak panik. Sekarang sudah masuk kerja lagi.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Jawaban untuk pasien Indonesia yang sedang mempertimbangkan second opinion, pasang ring, bypass, atau operasi jantung di Malaysia.
Mulai dengan Satu Langkah Kecil
Tidak ada kewajiban apapun. Tidak ada biaya konsultasi. Anda cukup kirim laporan medis yang sudah ada, dokter IJN akan review, dan Anda terima gambaran jelas tentang kondisi serta opsi tindakan sebelum membuat keputusan.
Konsultasi Gratis
